ART

Anggaran Rumah Tangga

Pasal 1 : Keanggotaan
1. Untuk menjadi anggota PSA, peminat mendaftarkan diri melalui :
a. koordinator wilayah, dengan mengisi formulir pendaftaran anggota.
b. milis SragenAsri, dengan mengisi formulir pendaftaran (biodata) yang dikirimkan lewat email.
2. Koordinator wilayah atau koordinator milis PSA menyeleksi calon anggota menurut tata-tertib dalam Anggaran Dasar Paguyuban Sragen Asri.
3. Koordinator wilayah mengirimkan daftar calon anggota ke Pengurus dan disertai dengan salinan formulir pendaftaran anggota (bio data calon anggota).
4. Seorang calon anggota dinyatakan sah menjadi anggota, apabila telah disetujui Pengurus.
5. Tanda pengenal sebagai anggota PSA disahkan oleh Ketua PSA sebagai kartu anggota yang berlaku pada tahun yang tercantum.

Pasal 2 : Iuran Anggota
1. Iuran anggota hanya diberlakukan kepada anggota aktif.
2. Iuran anggota PSA ditetapkan dalam Rapat Anggota yang besarnya sebagai berikut :
a. Iuran pertama, sebesar Rp. 50.000.
b. Iuran bulanan, sebesar Rp. 5.000.
c. Iuran sukarela (oleh anggota aktif atau anggota pasif).

Pasal 3 : Pemberhentian Anggota
1. Keanggotaan berakhir atas permintaan sendiri atau diberhentikan.
2. Pemberhentian dilakukan atas usul Pengurus oleh Rapat Anggota Umum karena :
a. Melanggar peraturan organisasi sosial.
b. Melakukan kegiatan yang merugikan organisasi.
c. Meninggal dunia.
3. Anggota aktif yang tidak membayar iuran 1 (satu) tahun berturut-turut akan diganti statusnya menjadi anggota pasif.

Pasal 4 : Kewajiban Pengurus PSA
1. Pengurus berkewajiban menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan dan kegiatan dalam rapat anggota yang dilakukan setiap tahun sekali, yang hasilnya diumumkan kepada seluruh anggota melalui media informasi Paguyuban Sragen Asri yang ada, yaitu milis SragenAsri, koordinator wilayah.
2. Pada saat masa habis jabatan, Pengurus harus melakukan serah terima secara resmi kepada pengurus baru dengan segala perbendaharaannya.
3. Bila diperlukan, Pengurus membentuk kelompok-kelompok kerja dan panitia tetap atas persetujuan Pembina untuk maksud-maksud pengembangan bidang tertentu.

Pasal 5 : Tata-tertib Rapat
1. Tata-tertib rapat anggota adalah sebagai berikut :
a. Rapat anggota diadakan sekurang-kurangnya setahun sekali.
b. Rapat anggota dianggap sah kalau dihadiri lebih dari separo jumlah anggota aktif (mencapai quorum).
c. Apabila quorum tidak tercapai, maka rapat ditunda maksimal 2 kali 1 jam.
d. Rapat anggota luar biasa diselenggarakan bila ada hal yang mendesak atas usulan anggota aktif dan disetujui oleh mayoritas pembina.
e. Keputusan rapat dianggap sah apabila didukung oleh suara terbanyak dari anggota yang hadir.

2. Tata-tertib rapat Pengurus adalah sebagai berikut :
a. Rapat Pengurus diadakan sekurang-kurangnya 6 bulan sekali.
b. Rapat dianggap sah kalau dihadiri lebih dari separo jumlah anggota pengurus (mencapai quorum).
c. Apabila quorum tidak tercapai, maka rapat ditunda maksimal 2 kali 30 menit.
d. Keputusan rapat dianggap sah apabila didukung oleh suara terbanyak dari anggota pengurus yang hadir.

Perbanyak Silaturahim agar hidup lebih berarti